السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Panel Home
Other Content
HADITSHR BUKHARI
    • Posts
    • Comments
    • Pageviews

  • Translate
  • Kajian Kebesaran dan Keagungan Allah

    Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

    وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
     
    “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya. Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Az-Zumar: 67)

    Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu dia berkata:

    جَاءَ حَبْرٌ مِنْ الْأَحْبَارِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنَّا نَجِدُ أَنَّ اللَّهَ يَجْعَلُ السَّمَوَاتِ عَلَى إِصْبَعٍ وَالْأَرَضِينَ عَلَى إِصْبَعٍ وَالشَّجَرَ عَلَى إِصْبَعٍ وَالْمَاءَ وَالثَّرَى عَلَى إِصْبَعٍ وَسَائِرَ الْخَلَائِقِ عَلَى إِصْبَعٍ فَيَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ تَصْدِيقًا لِقَوْلِ الْحَبْرِ ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
    وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
     
    “Seorang rahib datang kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam lalu dia berkata, “Ya Muhammad, kami mendapati (dalam Injil) bahwa Allah Ta’ala meletakkan langit-langit di atas satu jari, seluruh bumi di atas satu jari, pohon-pohon di atas satu jari, air dan tanah di atas satu jari, dan seluruh makhluk sisanya di atas satu jari. Lalu Dia berfirman, “Akulah Raja.” Maka Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tertawa hingga nampak gigi serinya sebagai pembenaran terhadap perkataan rahib tersebut. Kemudian beliau membaca ayat, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya. Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (HR. Al-Bukhari no. 4437 dan Muslim no. 4992)
    Dalam sebuah riwayat Muslim:

    وَالْجِبَالَ وَالشَّجَرَ عَلَى إِصْبِعٍ ثُمَّ يَهُزُّهُنَّ فَيَقُوْلُ: أَنا الْمَلِكُ أَنا اللهُ
     
    “Semua pegunungan dan pepohonan di atas satu jari kemudian menggoncang-goncangnya, lalu Dia berfirman, “Saya adalah raja, Saya adalah Allah.”

    Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    يَطْوِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ السَّمَاوَاتِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُهُنَّ بِيَدِهِ الْيُمْنَى ثُمَّ يَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ الْجَبَّارُونَ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ ثُمَّ يَطْوِي الْأَرَضِينَ بِشِمَالِهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ الْجَبَّارُونَ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ
     
    ‘Pada hari kiamat kelak, Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan menggulung langit. Setelah itu, Allah akan menggenggamnya dengan tangan kanan-Nya seraya berfirman, “Akulah Sang Maha Raja. Di manakah sekarang orang-orang yang selalu berbuat sewenang-wenang? Dan di manakah orang-orang yang selalu sombong dan angkuh?” Setelah itu, Allah akan menggulung bumi dengan tangan kiri-Nya seraya berfirman, “Akulah Sang Maha Raja. Di manakah sekarang orang-orang yang sering berbuat sewenang-wenang? Di manakah orang-orang yang sombong?” (HR. Muslim no. 4995)

    Dari Abu Dzar radhiallahu anhu dari Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pada apa yang beliau riwayatkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Dia berfirman:

    يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّي فَتَضُرُّونِي وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ
     
    “Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku telah mengharamkan diri-Ku untuk berbuat zhalim dan perbuatan zhalim itu pun Aku haramkan di antara kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian saling berbuat zhalim! Wahai hamba-hambaKu, kalian seluruhnya berada dalam kesesatan kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk. Oleh karena itu, mohonlah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikan hidayah kepada kalian! Wahai hamba-hambaKu, kalian seluruhnya berada dalam kelaparan kecuali orang yang telah Aku beri makan. Oleh karena itu, mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi makan kepada kalian! Wahai hamba-hambaKu, kalian seluruhnya adalah telanjang dan tidak mengenakan sehelai pakaian, kecuali orang yang Aku beri pakaian. Oleh karena itu, mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi pakaian kepada kalian! Hai hamba-hambaKu, kalian seluruhnya senantiasa berbuat salah di malam dan siang hari, sementara Aku Maha mengampuni segala dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Ku, niscaya aku akan mengampuni kalian! Wahai hamba-hambaKu, kalian seluruhnya tidak akan dapat menimpakan mara bahaya sedikitpun kepada-Ku, karenanya kalian tidak akan bisa melakukannya. Dan kalian sekalian tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kepada-Ku, karenanya kalian tidak akan dapat melakukannya. Wahai hamba-hambaKu, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta seluruh manusia dan jin di antara kalian, semuanya berada pada tingkat ketakwaan yang paling tinggi, maka hal itu sedikit pun tidak akan menambahkan kekuasaan-Ku. Wahai hamba-hambaKu, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta seluruh manusia dan jin di antara kalian, semuanya berada pada tingkat kedurhakaan yang paling buruk, maka hal itu sedikitpun tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku. Wahai hamba-hambaKu, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta seluruh manusia dan jin di antara kalian, semuanya berdiri di atas sati dataran untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku penuhi permintaannya, maka hal itu tidak akan mengurangi sedikit perbendaharaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti jarum yang menyerap air ketika dimasukkan ke dalam lautan. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya semua ini hanyalah amal kalian sendiri, yang Aku kumpulkan untuk kalian kemudian Aku akan memberikan balasannya atasnya. Karenanya barangsiapa yang mendapati kebaikan maka hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa yang mendapati selain itu (yakni kejelekan), maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.” (HR. Muslim no. 2577)

    Penjelasan ringkas:
    Kebesaran dan keagungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak terbatas dan tidak bisa dibayangkan. Segala sesuatu selain-Nya adalah milik-Nya dan di bawah pengaturannya Subhanahu wa Ta’ala. Dia menggenggam ketujuh langit dan bumi lalu meletakkannya dan seluruh makhluk lainnya di atas jari-jemariNya. Dia menciptakan seluruh makhluk lalu memberikan rezki kepada mereka seluruhnya dan mengatur seluruh urusan mereka. Dia Maha Kaya sehingga tidak butuh kepada para makhluk dengan ketaatan mereka dan tidak tersentuh dengan kemudharatan sedikitpun akibat maksiat mereka. Akan tetapi Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan mereka untuk menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya karena semua itu kebaikannya akan kembali untuk diri mereka sendiri.

    Penulis : Abu Muawiah

    0komentar :

    Posting Komentar

    top